Awal Mula Penentuan Struktur

Standard

Tujuan final kimiawan adalah struktur dari bahan yang telah disintesis dan dimurnikan bukan sintesis dan pemurnian bahan tsb. Metode penentuan struktur berubah pada abad – 20. Metodenya, struktur senyawa yang baru disintesis diasumsikan dahulu lalu suatu rute tertentu didesain untuk mengubah senyawa ini menjadi senyawa yang telah diketahui. Setiap perubahan memerlukan beberapa tahap yang teridentifikasi, Harus ditambahkan bahwa reaksi untuk pengubahan ini dipilih dari reaksi yang hanya melibatkan gugus fungsi dan bukan kerangka molekulnya.

Metode untuk menetukan struktur :

a. Uji Titik Leleh Campuran

Metoda ini didasarkan prinsip bahwa titik leleh padatan paling tinggi ketika padatan itu

murni.

Beberapa point yang harus diperhatikan :

  • Titik leleh tidak selalu tajam
  • Bahan yang dipakai cenderung meleleh pada suhu tertentu

Jadi, Tidak mudah untuk menyatakan dua titik leleh sama atau tidak

Namun begitu uji ini telah digunakan sebagai sarana identifikasi selama beberapa tahun

karena metode dan teorinya jelas.

 

b. Penggunaan turunan padatan

Pada uji titik leleh normal senyawa cair dan gas tidak dapat di gunakan. Sample gas dan cair

yang memilki gugus reaktif diubah menjadi senyawa yang berbentuk kristal yang indah

contoh senyawanya yaitu Aldehida dan Keton (lebih mudah dalam penentuan struktur

Aldehida dan Keton dapat diubah menjadi turunan padatan dengan pereaksi yang sesuai,

contohnya :

  • Hidroksilamin (NH2OH)
  • Hidrazin (NH2NH2)
  • Fenilhidrazin (C6H5NHNH2) , terkenal karena kimiawan Jerman Emil Fischer (1852-1919) menggunakannya dengan sukses dalam risetnya pada topik gula.

 

Contoh Reaksi :

CH3CHO        +  NH2OH             —>    CH3CH=NOH  +H2O

Asetaldehida     hidroksilamin        Asetaldoksim

 

(CH3)2C=O  +  C6H5NHNH2  —> (CH3)2C=NNH C6H5 + H2O

Aseton             Fenilhydrazin         Asetonfenilhidrazon

 

Senyawa turunan yang kristalin dapat digunakan untuk penentuan struktur senyawa yang

tidak diketahui.

 

c. Perbandingan sifat fisik

Sifat fisik —> Titik didih, Indeks bias, Momen dipol, Rotasi spesifik senyawa.

Semua itu dapat bermanfaat untuk informasi pada sifat keseluruhan senyawa

Misal, penggunaan momen dipol, Momen dipol hasil percobaan untuk

nitrobenzen (3,98 D) dan khlorobenzen (1,58 D), arah momen dipolnya

ditentukan dengan sifat elektronik gugus fungsi (misalnya, keelektronegatifan)

Momen dipol dua isomer khloronitrobenzen adalah 2,50 D dan 3,40 D. Karena

momen ikatan telah diidentifikasi sebagai isomer para dan meta sebagaimana

diperlihatkan pada Gambar

 

Jadi momen senyawa-senyawa tadi ditentukan terutama oleh momen ikatan

gugus fungsinya.

 

d. Reaksi kualitatif

Informasi tentang molekul secara keseluruhan dan substituennya didapatkan secara seiring.

Yaitu dengan penentuan struktur senyawa organik dan informasi struktur secara kasar.

Reaksi Kualitatif sebelum perkembangan spektroskopi yaitu dengan Identifikasi gugus fungsi

berdasarkan kereaktifannya (deteksi gugus aldehida dan keton dengan reaksi cermin perak

dan uji fehling). Kini deteksi semacam itu tidak lagi digunakan, tape berperan sekali dalam

dunia pendidikan, Contoh yang baik adalah reaksi ninhidrin, yang bahkan sekarang pun masih

sangat bermanfaat untuk analisis asam amino.

 

sumber : www.chem-is-try.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s