Racun Sianida Berbahaya

Standard

Makin maraknya dan bebasnya berbagai bahan beracun dan berbahaya dalam masyarakat membuat kehadiran bahan ini dapat di temukan secara mudah. Banyak sudah berbagai contoh bahan berbahaya bagi tubuh yang telah disalahgunakan oleh masyarakat, contohnya seperti pewarna tektil yang kebanyakan aplikasinya digunakan untuk makanan yaitu Rhodamin B(C28H31N2O3Cl) yang diketahui menyebabkan iritasi bila terkena mata, menyebabkan kulit iritasi dan kemerahan bila terkena kulit. Belum lagi reda oleh kelakuan teroris yang terus meneror bangsa Indonesia, kali ini mereka kembali beraksi, tetapi bukan dengan BOM, melainkan bahan kimia yang sangat berbahaya. Hidrogen Sianida.

Sianida merupakan senyawa kimia yang mengandung (C=N) dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN sangat beracun. Sianida dapat terbentuk secara alami maupun dengan buatan manusia. Contohnya adalah HCN (Hidrogen Sianida) dan KCN (Kalium Sianida).


Hidrogen sianida merupakan gas yang tidak berbau, bau pahit seperti bau kacang almond. HCN juga disebut formanitrille, dalam bentuk cairan disebut asam prussit dan asam hidrosianik . Dalam bentuk cairan HCN tidak berwarna atau dapat berwarna biru pucat pada suhu kamar. HCN bersifat flamable atau mudah terbakar serta dapat berdifusi baik dengan udara dan bahan peledak, juga sangat mudah bercampur dengan air sehingga mudah digunakan.

HCN terdapat dalam rokok, asap kendaraan bermotor dan produk sintetik. HCN diproduksi berton-ton oleh beberapa negara di dunia di bidang kimia untuk pembuatan plastik, penyaringan emas dan perak, metalurgi, anti jamur, dan racun tikus. Paparan HCN juga bisa terdapat dari asap rokok dan pembakaran produk sintesis yang berbahan plastik. HCN dapat menimbulkan iritasi mata dan kulit, dengan paparan waktu 30 sampai 60 menit. HCN sangat mudah masuk ke dalam sistem pencernaan dan sangat cepat berdifusi dengan jaringan ke dalam sistem pencernaan.

Singkong merupakan salah satu makanan pokok rakyat Indonesia, singkong dengan nama binomial Manihot esculenta dari kerajaan plantae. Merupakan tumbuhan tropik dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya biasa dimakan karena sumber karbohidrat begitupun daunnya yang dimanfaatkan sebagai sayuran. Singkong dibedakan menjadi 2 tipe yaitu tipe pahit dan manis. Tipe yang berasa pahit mengandung kadar racun yang tinggi dibanding yang berasa manis. Jika singkong mentah tidak dimasak sempurna maka akan terbentuk hidrogen sianida (HCN). Pada singkong mentah/pahit kadar hidrogen sianida lebih besar dari 50mg per kilogram sedangkan untuk yang sudah matang/manis kadarnya lebih kecil dari 50mg per kilogram.

HCN ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti penyempitan saluran napas, mual, muntah, sakit kepala, bahkan bisa menimbulkan kematian. Namun sejumlah kecil sianida masih dapat ditolerir tubuh yaitu 1mg per kilogram berat badan per hari. Untuk menghindari keracunan sianida ini maka singkong dicuci terlebih dahulu dari tanah yang menempel di bagian kulit luar singkong, kemudian dikupas, dipotong-potong, direndam dalam air hangat selama beberapa hari, dicuci, dan kemudian dimasak sempurna (dibakar atau direbus). Singkong tipe manis hanya memerlukan pengupasan dan pemasakan untuk mengurangi kadar sianida ke tingkat non toksik. Singkong yang umum dijual di pasaran adalah singkong tipe manis.

Selain singkong buah cheri juga mengandung HCN. Apabila pip cheri ini terkunyah atau hancur secara tidak sengaja, ia akan mengeluarkan hidrogen sianida. Apel, Kacang almond, bayam, bambu, kacangpun mengandung sianida. Akan sangat berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebih.

SUMBER :

http://klikharry.wordpress.com/2006/12/14/keracunan-sianida/

http://emergency.cdc.gov/agent/cyanide/basics/facts.asp

http://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp8.pdf

http://www.netdetectiveindonesia.org/t2365-racun-pada-tanaman-dan-tumbuhan

http://id.wikipedia.org/wiki/Singkong

http://eka.web.id/makanan-beracun-di-sekitar-kita.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Sianida

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s