Wabah TOMCAT si serangga merugikan !

Standard

Sudah beberapa hari ini broadcast yang masuk ke dalam telepon genggam saya banyak berisi informasi tentang wabah TOMCAT yang semakin menyebar. Tersebut di dalam pesan itu bahwa TOMCAT yang bernama ilmiah Kumbang Rove merupakan semacam semut namun agak besar, mempunyai sayap, dan berwarna belang-belang merah dan putih. Diketahui Tomcat ini mempunyai toksin atau racun yang 12 kali lebih mematikan daripada ular berbisa. Hem, benarkah itu ? Penasaran, saya coba googling tentang hewan ini dan merangkum mulai dari spesifikasi hewan tsb. dan bahaya yang ditimbulkan.

TOMCAT (Kumbang Rove)

Tomcat yang tidak termasuk Army Ants ini sangat berbahaya. Terbukti dengan dampak yang ditimbulkan apabila terkena toksinnya yaitu gatal hingga merah meradang disertai nanah bintik-bintik kecil mirip penyakit kulit herpes namun tidak disertain nyeri pada anggota tubuh yang diserang. Cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh makhluk kecil ini adalah cairan Hemolimf atau toksin yang disebut sebagai Aederin.

Wabah ini menjadi berita terkini setelah menyerang warga Apartemen Eastcoast Laguna Indah, Pakuwon City, Surabaya. Serangga yang menyerang warga Laguna ini, lanjutnya, seringkali muncul saat usai masa panen padi dan tebu. Kisaran Maret menuju April, Tomcat yang berbentuk semacam semut bersayap ini muncul. Namun jika sampai menyerang warga, ini sudah menjadi wabah. Seperti yang terjadi pada Maret 2011 silam. Warga yang tinggal di kawasan Rungkut Penjaringan Sari dan Kenjeran juga mengalami serbuan Tomcat. Tomcat seringkali muncul saat hari menjelang petang. Saat warga menyalakan penerangan lampu.

Diberitakan sebelumnya, beberapa warga yang tinggal di Apartemen Eastcoast diserbu serangga beracun. Sejak Selasa (13/3/2012) Ida Yanti (42) baby sitter yang tinggal di lantai 1 Eastcoast mengalami luka merah semacam luka bakar di bagian muka, tubuh dan lengan. Setelah diperiksa, luka gatal-gatal yang juga menimbulkan luka panas ini ditimbulkan oleh cairan beracun Serangga Tomcat. Warga Surabaya sendiri diharapkan tetap waspada karena Tomcat yang ada di kawasan tersebut diperkirakan mencapai jutaan ekor (surabaya.detik.com)

Sebenarnya tempat hidup serangga Tomcat adalah di hutan mangrove dan bukannya di sebuah kota besar seperti Surabaya. Apalagi menyerang pemukiman seperti apartemen. Namun mengapa hal ini dapat terjadi ? tak lain dan tak bukan lagi-lagi manusia penyebabnya. Seperti wabah ulat bulu yang pernah menyebar. Hal ini dikarenakan karena semakin menyempitnya lahan tempat hidup mereka atau habitat yang rusak.

Di lingkungan aslinya, Tomcat adalah makanan untuk burung. Jika populasi burung menurun, bisa dipastikan jumlah Tomcat juga akan semakin meningkat dan tak terkontrol. Hal yang mungkin bisa menanggulangi masalah ini adalah dengan penyemprotan, namun hal tersebut tidak akan menolong jika tidak di imbangi dengan ketersediaan tempat habitat dan semakin sedikitnya populasi predator dari hewan berwarna belang hitam merah ini. Secara langsung maupun tidak langsung manusia turut menjadi penyumbang berbagai wabah maupun bencana yang akhir-akhir ini terjadi.

Serangga Tomcat tidaklah menggigit, namun akan segera mengeluarkan toksinnya apabila bersentuhan dengan kulit manusia. Jangan sekali-kali memukul atau memegang Tomcat dengan tangan langsung karena sangat berbahaya, sebaiknya gunakan alat lain sebagai perantara. Racunnya dapat melekat pada pakaian manusia maupun handuk. Setelah merayapi baju, handuk , lantai dll di rumah kita hendaknya segera dibersihkan dengan air dan sabun karena pada saat merayappun Tomcat sudah mengeluarkan toksinnya. Apabila sadar kulit kita sudah terkena Tomcat segera bersihkan dengan air atau sabun, jangan digaruk dan jangan mengobati dengan pasta gigi, minyak kayu putih, balsem, dan sejenisnya karena hanya akan memperparah dan meradang.

Dampak racun dari TOMCAT

Segera diobati dengan obat salep dan antibiotik seperti Hydrocortisone 1%, Acyclovir 5% atau salep Betametasone dan antibiotik Neomycin Sulfate sebanyak 3x dalam sehari. Untuk lebih jelasnya tanyakan pada dokter kulit dengan disertai penjelasan bahwa terkena serangan serangga Tomcat karena seperti yang sudah dijelaskan bahwa efeknya sama seperti penyakit kulit Herpes. Setelah sembuh, bekas luka dari serangan Tomcat ini jangan terkena sinar matahari langsung karena dapat menghitam dan sangat sulit untuk dihilangkan dan membutuhkan waktu lama untuk menhilangkan bekasnya.

Tomcat sebenarnya merupakan serangga yang menjadi sahabat petani yang dapat mengusir dan memakan kutu hama dan kepik hama tanaman petani. Sudah banyak yang terjadi dan menghilang seiring waktu, namun ini semua tidak mustahil akan kembali muncul kalau kita masih saja tidak perduli dengan lingkungan. Secara alami kita akan selalu berhubungan dengan lingkungan sekitar seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Jika kita melakukan hal baik untuk lingkungan sekitar kita. Dampak baik akan kita dapatkan dan dapat mewujudkan lingkungan hidup yang sehat. Namun, apa jadinya kalau kita merusak lingkungan, merusak habitat, merusak ekosistem dan sebagainya. Ya, kita juga harus mau dan harus menanggung resiko yang ditimbulkan. Seperti serangga Tomcat ini. Marilah bersikap arif dan tidak mengedepankan ego bagi lingkungan.

Referensi :

http://achiles79-blog.blogspot.com/2012/03/serangga-tomcat-di-surabaya.html

3 responses »

    • Cara terbaik saat ini yang dilakukan pemerintah surabaya dalam menangani wabah tomcat yaitu dengan pemyemprotan hama.

      Serangan yang dikatakan sebagai wabah Tomcat itu hanya merupakan tindakan mempertahankan diri dari ancaman musuh. Tomcat sebenarnya tidak bermusuhan dengan manusia. Jadi, mungkin ada kegiatan manusia yang mengganggu aktivitas Tomcat di sana.

      Meskipun pada dasarnya kembali pada lingkungan yang harus kita utamakan, yaitu menjadikan kembali lingkungan yang seimbang antara tomcat dengan predatornya yaitu burugn. Karena tomcat dalam jumlah yang cukup dapat sebagai pembasmi hama kutu dan hama wereng pada sawah petani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s