GILA karena Internet !

Standard

Dunia maya masa kini sudah tidak asing lagi bagi semua orang, dengan akses internet semua bisa dilakukan untuk menjelajahi dunia dengan tarif super murah. Penuh informasi, wawasan pengetahuan, hiburan, berita terkini dan hal-hal lain yang tidak diketahui banyak orang. Berbisnispun semakin mudah dengan jaringan internet. Dari dewasa sampai anak-anak semua bisa kena sindrom internet.

Bagi yang dewasa, seakan lupa waktu, pada saat bekerjapun, mencuri-curi waktu merupakan hal biasa untuk bisa chatting dan browsing. Bagi anak-anak, tak segan-segan meminta uang Rp. 2000 bahkan lebih  untuk bermain internet di warnet walau hanya dalam waktu satu jam. Sampai-sampai lupa makan dan lupa waktu. Bagaimana orang tua tidak pusing mengalami gejala perubahan si kecil yang baru saja berumur 7 tahun sudah bisa main facebook.

Internet menyebabkan berbagai fenomena psikologis bagi setiap orang yang adiktif terhadap kemajuan ini.  Berikut berbagai gangguan-gangguan yang mungkin saja terjadi bagi kebanyakan pecandu internet :

  1. Gangguan emosi yang dalam waktu singkat emosi mudah meledak-ledak di saat online, atau sampai mengamuk (Online Intermittent Explosive Disorder/OIED), Orang jenis ini tampak normal di jam-jam atau di hari-hari sebelumnya, pembicaraan mereka masih hangat dan penuh humor. Tapi lama kelamaan emosi mereka bisa saja meledak, marah-marah tak jelas karena ada sesuatu yang menyinggung hati dan perasaannya.
  • Apa penyebab semua itu bisa terjadi ?

–          Kebanyakan dari kita hanya bisa menahan emosi dan hasrat di dunia nyata.

–          Di dunia maya/internet kebanyakan pengguna menggunakan identitas palsu sehingga mereka tidak perlu khawatir apabila mereka berbicara kurang sopan atau emosi berlebih di internet karena mereka tidak takut reputasinya akan jelek disebabkan data dirinya bukan yang sebenarnya.

–          Karena pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan sering terlihat datar dan tidak menggambarkan emosi dengan jelas, seperti halnya nada suara, mimik wajah dan bahasa tubuh lainnya di saat tatap muka langsung, sehingga orang cenderung menggunakan kata-kata yang tajam, kasar dan keras untuk mewakili sebuah perasaan tertentu.

  1. Toleransi rendah terhadap kekalahan dalam forum (Low forum frustation tolerance/LFFT)

Digambarkan tentang seseorang yang mencari kepuasan dan penghindaran rasa sakit dengan segera. Seperti kelakuan balita yang apabila tidak mendapatkan mainannya, ia akan berteriak dan menghentak-hentakan kakinya.

Bagi seseorang yang sering menulis dan posting, seringkali merasa bahwa tulisannya sangat sempurna. Sehingga ia sering sekali mengecek dashboard untuk mengecek apakah ada yang memberi komentar atau tidak (sepertinya saya terkena gejala ini, hehe), dan apabila ada komentar negatif atau bersebrangan dengan tulisannya, ia akan berusaha mematahkan komentar tersebut dengan balasannya yang seakaan tahu segalanya.

Dan ini parahnya, apabila tidak ada yang memberi komentar, maka ia sendiri yang memberi komentar dengan nama lain untuk melihat tanggapan dari komentar yang lain.

  • Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Kegiatan itu membuat kita menjadi tidak sabaran, karena ingin segera melihat respon dengan dari pihak lain. Ketidaksabaran ini meminimalkan toleransi terhadap serangan yang menimbulkan ketersinggungan.

  1. Tukang cerita untuk menghasilkan rasa kasihan dari pengguna internet yang lain (Munchausen Syndrome).

Dikondisikan tentang orang yang bercerita didalam internet dengan menambahkan keburukan dari dirinya, memperburuk keadaan diri sendiri, untuk mendapat belas kasihan dan simpati dari orang lain. Dengan tujuan sebagai pesakitan yang layak untuk mendapat perhatian dari orang lain.

  • Mengapa seperti ini?

Melakukan kebohongan di dunia maya/internet sepuluh kali lebih mudah daripada di dunia nyata. Orang tidak akan repot-repot mencari data atau fakta-fakta mengenai kebenaran dari cerita yang bohong.

  1. Gangguan kepribadian yang cenderung memaksa orang lain pada saat online (Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder/OOCPD).

Bisa digambarkan dengan kegilaan akan kebenaran tata-bahasa. Apabila ada seseorang yang menggunakan tata bahasa yang tidak benar maupun kata –kata yang tidak sesuai pada saat berkomentar, maka orang dengan gangguan jenis ini akan segera memprotes dan dengan keras serta tegas untuk memperjelas kesalahan tata bahasa tersebut.

  • Kenapa hal demikian bisa terjadi di internet ?

Di Internet, setelah membaca setiap komentar-komentar, orang normal akan menderita nasib yang sama. Tata bahasa yang keliru, pilihan kata yang tidak tepat, atau bahasa gaul yang membingungkan, mendesak anda untuk mengoreksinya. Tidak sulit merasakan keinginan untuk melatih diri menggunakan bahasa yang benar. Penderita OCPD merasakan ketakutan yang tidak logis terhadap dunia yang lebih berantakan, lebih kotor dan lebih kacau dibanding seharusnya yang dia pikirkan; sehingga secara cepat keadaan menjadi lebih buruk, dan akan mengalami kehancuran sampai ada seseorang yang memperbaikinya.

  1. Penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah atau Low cyber self-Esteem (LCSE).

Perilaku pencari perhatian (caper) karena rendah diri. Jika sampai kepada tingkat ekstrem, hal itu dapat berubah menjadi Online Erotic Humiliation atau pelecehan seksual secara online, di mana pelecehan menjadi sebuah tindakan nyata. Sehingga ketika anda mengatakan kepada seseorang agar melakukan sebuah tindakan seksual, mungkin dia akan menganggap hal itu penting dan dia dengan sungguh-sungguh akan melakukannya.

  • Mengapa hal itu bisa terjadi ?

Pencari perhatian mendapatkan apa yang diinginkannya dan penghina diri sendiri akan mendapatkan ketegangan melalui hubungan denga orang lain dengan via keyboardnya.

  1. Internet Asperger’s Syndrome

Sindrom ini merupakan bentuk halus dari autisme yang tampak dari ketidakmampuan biologi seseorang untuk berempati kepada orang lain, mungkin karena ketidakmampuan menangkap isyarat nonverbal. Orang jenis ini tidak akan berhenti mengganggu dan bersikapa aneh karena mereka tidak tahu apakah anda terganggu atau tidak (ada bagian otak mereka yang rusak).

  • Mengapa hal ini dapat terjadi ?

Orang yang melakukan semua komunikasi online menampilkan perilaku Asperger karena mereka ingin memberikan kesan ada kerugian yang sama pada diri sendiri. Di dalam hal ini, ketika kemampuan melihat respon dan mimik wajah atau ekspresi nonverbal sudah hilang, begitu juga dengan empati. Maka hal yang anda beritahukan hanya kepada orang yang tidak ada, karena itu hanyalah sekelompok kata-kata pada layar. Sekelompok kata-kata kecil yang tidak berarti. Yang mungkin tidah akan pernah berarti, karena kita tidak pernah tahu dunia nyata sebenarnya yang ada di balik dunia maya tersebut.

Hemmh, sebegitukah sampai psikologi seseorangpun bisa dikendalikan dengan internet, Dari berbagai gangguan di atas selain diharapkan dapat mengetahui kegilaan yang disebabkan oleh internet. Juga diharapkan dapat mengatasi gangguan yang mungkin saja sudah terjangkit kepada anda-anda.  Jangan biarkan kita dikendalikan oleh internet, tapi kitalah yang harus mengetahui batasan-batasannya dan bertindak secara wajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s