Gangguan Psikis Schizoprenia

Standard

Berbagai pemberitaan di media yang akhir-akhir ini mengangkat tentang dampak negatif dari situs jejaring sosial menguak berbagai gaya hidup orang dari berbagai kalangan. Sperti lumrahnya suatu jejaring sosial, apapun yang bisa diungkapkan dapat di tulis dan di update melalui miosalnya twitter maupun facebook dan lainnya.

Belakangan pemberitaan tentang perseteruan antara keluarga Eddie MS dan Marissa Haque menjadi trend di berbagai media. Lagi-lagi berita perseteruan menjadi highlight yang selalu mengundang minat masyarakat.

Perseteruan Addie MS dan Marissa Haque terus bergulir. Di timeline @addiems, dukungan untuk tetap sabar juga masih berdatangan. Kendati demikian, Addie senantiasa membalas tweet dengan santai penuh canda. “Yaudah kita main saja. Kita becandain, bilang aja dia sakit titik titik…” kata ayah dua anak itu di program infotainment Hot Shot, Jumat (13/1).

Addie MS tidak menyebut Icha–panggilan akrab Marissa Haque–menderita penyakit kejiawaan. Namun ia menulis, agar mendapat bimbingan meladeni seorang schizophrenia. “Tanpa dukungan org terdekat/keluarga, sulit penderita schizophrenia bs dipulihkan. Kasihan. Kapan keluarganya bertindak???” tulis Addie di akun twitter-nya.

Menurut komposer yang pernah menempuh pendidikan singkat di Ohio, Amerika Serikat itu, Ikang tak mau ikut campur. Ikang membiarkan Icha menyelesaikan masalahnya sendiri. Dan Addie, diminta mengerti akan hal tersebut (Liputan 6.com)

Apa itu Schizoprenia ?

Schizophrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Juga gangguan mental kompleks yang membuat orang kesulitan membedakan kenyataan dan ilusi, berpikir logis, mengontrol emosi serta sulit berinteraksi.

Schizophrenia bisa menyerang siapa saja, laki-laki maupun perempuan yang rata-rata menyerang rentang usia 16-25 tahun. Pada rentang usia tersebut memang dapat dengan mudah terkena Schizophrenia, karena pada tahap kehidupan tersebut penuh dengan Stresor (pengalaman atau situasi yang penuh dengan tekanan. Stresor meningkatkan risiko penyakit saat hal-hal tersebut benar-benar mengganggu kehidupan seseorang, saat hal-hal tersebut tidak dapat dikendalikan, atau jika hal-hal tersebut kronis, berlangsung setidaknya selama enam bulan).

Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.

Tidak terkecuali dapat menyerang bayi dan anak kecil, namun sulit dibedakan dengan autisme. sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Traumatic Stress Dissorder. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.

Penyebab Schizophrenia

Gangguan psikis ini jarang bisa diketahui oleh orang lain karena mereka pikir ini bentuk dari penyesuaian diri penderita kepada lingkungan. Sejumlah analisis menyebutkan faktor genetik berperan memunculkan gangguan mental ini. Lingkungan bisa memicu schizophrenia bagi orang dengan bakat genetik. Waspada, Anda mungkin memicu munculnya schizophrenia kalau ada anggota keluarga terkena gangguan ini. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja, halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis.

Gejala schizophrenia biasanya muncul pelan selama berbulan-bulan atau tahun. Orang yang mengalami schizophrenia biasanya kesulitan menjalin hubungan teman dan pekerjaan. Mereka juga selalu gelisah, depresi, dan selalu berpikiran bunuh diri.

Gejala awal schizophrenia adalah mudah marah, tegang, susah tidur, dan sulit konsentrasi. Gangguan berlanjut sehingga mempengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku. Pada tahap ini, penderita schizophrenia selalu emosional, memegang keyakinan tak berdasarkan kenyataan, mencari perhatian, selalu lompat dalam topik pembicaraan, halusinasi, berperilaku aneh, dan terisolasi.

Gejala schizophrenia biasanya dibagi menjadi tiga, yakni paranoid, disorganized, serta catatonic. Gejala paranoid seperti cemas, pemarah, serta menganggap orang lain berusaha menyakiti orang yang dicintai. Gejala disorganized berupa masalah berpikir dan mengekspresikan ide dengan jelas serta perilaku kekanak-kanakan. Sedangkan catatonic diperlihatkan dengan gejala kurangnya aktivitas, otot kaku, ekspresi aneh serta tak merespon orang lain.

Penanganan Penderita Schizophrenia

Penderita schizophrenia lebih aman tinggal di rumah sakit. Obat antipsikotik merupakan pengobatan efektif buat schizophrenia. Obat ini bisa membantu menyeimbangkan unsur kimia dalam otak sehingga bisa mengendalikan gejala yang muncul. Schizophrenia adalah penyakit seumur hidup sehingga terus mengkonsumsi obat, meski harus waspada efek sampingnya. Terapi suportif sangat membantu meringankan penderita schizophrenia, terutama dari anggota keluarga. Kisah John Nash, doktor ilmu matematika dan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind, membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi.

Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.

Referensi :

http://id.wikipedia.org

http://www.tempo.co

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s